Kamis, 17 Mei 2012
Bab 5 Pelaporaan dan pengungkapan
Perkembangan Pengungkapan
1. Pengungkapan Sukarela.
2. Ketentuan Pengungkapan.
3. Debat Pelaporan Keuangan SEC AS.
Praktek Pelaporan dan Pengungkapan
1. Pengungkapan Informasi yang Melihat Masa Depan.
2. Pengungkapan Segmen.
3. Laporan Arus Kas dan Arus Dana.
4. Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial.
5. Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna L/K Non-Domestik dan atas Prinsip yang Digunakan.
6. Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan.
7. Pengungkapan dan Pelaporan Bisnis Melalui Internet.
Pengungkapan Laporan Tahunan di Negara-Negar Pasar Berkembang
Para investor menuntut informasi yang tepat waktu dan kredibel. Regulator merespons dengan membuat ketentuan pengungkapan lebih ketat melalui upaya pengawasan dan penegakan aturan. Pengungkapan laporan tahunan perusahaan perusahaan di negara berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel, hingga terjadi krisis ekonomi tahun 1997. Studi tahun 1990-an tingkat Pengungkapan dan kualitas laporan negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju. Jumlah Auditor di negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju. Implikasi Bagi Para Pengguna Laporan Keuangan dan Para Manajer Meskipun pengungkapan sangat dipengaruhi biaya, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela tetap semakin meningkat di seluruh dunia Manajer perusahaan yang tingkat pengungkapannya rendah harus berupaya meningkatkan karena memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan. Misalnya, pengungkapan segmen dan rekonsiliasi ternyata memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.
Sumber : Bapak Sigit Sukmono
Bab 4 KOMPARATIF AKUNTANSI (bagian 2)
Alasan pemilihan ke-4 negara
1. Jumlah penduduk Cina besar dan perusahaan-perusahaan seluruh dunia melakukan bisnis dengan Cina.
2. Ceko merupakan representasi negara bekas anggota blok Soviet.
3. Taiwan sering disebut sebagai “macan Asia” dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
4. Meksiko sebagai wakil negara Amerika Latin yang telah mempercepat reformasi pada tahun 1990-an.
Pengamatan terhadap ke-4 negara
1. Jumlah penduduk Cina 1,29 miliar dengan GDP $1.159 miliar. Ekspor – Impor sangat rendah terhadap GDP, hal ini menunjukan Cina sebagai negara tertutup. Income per Kapita $900.
2. Taiwan posisinya bertolak belakang dengan Cina. Sektor perdagangan memberi kontribusi signifikan. Income per kapita $12.660.
3. GDP, jumlah penduduk dan Ekspor Impor Republik Ceko lebih rendah dari pada Meksiko, tetapi Income per Kapita kedua negara hampir setara, yaitu $5.530 dan $6.150.
Sistem Akuntansi Nasional – Republik Ceko
Akuntansi di Ceko telah berubah beberapa kali pada abad ke-20. Akuntansi dianggap tidak terlalu penting, sehingga L/K tidak diaudit secara independen. Perkembangan Akuntansi condong ke dunia barat.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
UU Akuntansi yang diambil dari Direktif UE diamandemen pada 1 Januari 2002 untuk membawa Ceko dekat dengan IAS.
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. LR, dan Catatan.
Pengukuran Akuntansi
Metode akuisisi digunakan untuk penggabungan usaha. Goodwill yang timbul diamortisasi. Dan seterusnya
Sistem Akuntansi Nasional – RR Cina
Di RRC negara mengendalikan kepemilikan, sehingga hak menggunakan dan mendistribusikan alat produksi berlaku secara kaku. Perekonomian Cina disebut perekonomian hibrid (campuran), karena orientasi kendali pemerintah dan swasta berjalan bersama.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Tahun 1992 Kementerian keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE).
Pelaporan Keuangan
Lap. Keuangan meliputi Neraca, Lap. LR, Lap. Arus Kas, Catatan atas LK, dan Penjelasan Kondisi Keuangan.
Pengukuran Akuntansi
Metode akuisisi wajib digunakan untuk mencatat merger dan goodwill. Biaya historis merupakan dasar penilaian aktiva berujud, revaluasi tidak dibolehkan.
Sistem Akuntansi Nasional – Taiwan
Taiwan memiliki beberapa industri strategis yang kepemilikannya oleh negara, tetapi sekarang pemerintah perlahan-lahan melakukan privatisasi. Banyak perusahaan dimiliki oleh keluarga pengendali, tetapi kapitalisasi oleh Bursa Efek sangat besar.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum Akuntansi dan Aturan Bisnis mengatur bentuk provisi L/K dan menekankan akuntansi keuangan berbeda dengn akuntansi pajak.
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. LR, Lap. Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan.
Pengukuran Akuntansi
Lap. Keuangan konsolidasi diwajibkan jika kepemilikan lebih dari 50%. Pengukuran lain yang diatur adalah metode pembelian, translasi dsb.
Sistem Akuntansi Nasional – Meksiko
Bursa efek Meksiko memang terbesar ke-3 di Amerika Latin, tetapi banyak perusahaan lebih menyukai hutang. Walaupun banyak perusahaan dikontrol oleh keluarga, tetapi Meksiko berkomitmen terhadap IAS/IFRS.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum Komersial dan Pajak di Meksiko secara umum cukup minimal. Standar akuntansi condong ke Inggris Amerika (Anglo-Saxon).
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. L/R, Lap. Perubahan Ekuitas, Laporan Perubahan Posisi Keuangan, dan Catatan.
Pengukuran Akuntansi
Lap. Keuangan konsolidasi disusun jika kepemilikan lebih dari 50%. Pengukuran lain adalah metode penggabungan, biaya penelitian, dsb.
Sumber : Bapak Sigit Sukmono
Bab 3 KOMPARATIF AKUNTANSI (bagian 1)
Pembuka
1. Bab ini membahas sistem akuntansi di negara Perancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris dan AS (pendiri IASC).
2. Pengetahuan di atas diperlukan untuk menganalisa laporan keuangan yang berasal dari negara-negara tersebut.
Standar Akuntansi dan Penetapan Standar
Alasan utama perbedaan praktek akuntansi dengan standar.
1. Hukuman terhadap ketidakpatuhan terhadap ketentuan akuntansi lemah dan tidak efektif.
2. Perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak dari yang seharusnya.
3. Beberapa negara memperbolehan perusahaan mengabaikan standar akuntansi jika operasi dan posisi keuangan tersaji lebih baik.
4. Beberapa negara, standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan, bukan laporan konsolidasi.
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Perancis
Standar akuntansi disebut Kode akuntansi nasional (plan comptable code), yang memuat; tujuan & prinsip, pos perkiraan utama, pengakuan dan penilaian, daftar akun, dan laporan keuangan (L/K).
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Lima organisasi yang menetapkan standar akuntansi (CNC, CRC, AMF, OEC dan CNCC)
Pelaporan Keuangan
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. LR, Catatan Atas L/K, Lap. Direktur, dan Lap. Auditor.
Pengukuran Akuntansi
Akuntansi di Perancis memiliki karakteristik ganda;
1). Perusahaan sendiri harus mematuhi aturan tetap
2). Kelompok usaha konsolidasi fleksibel.
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Jerman
Akuntansi dan L/K Jepang mencerminkan gabungan domestik dan internasional. Perusahaan-perusahaan Jepang kepemilikanya saling bertautan hingga menghasilkan kongklomerasi (keiretsu).
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Standar akuntansi dikembangkan oleh Business Accounting Delibration Council (BADC). Akuntan publik berserikat di Japan Institute CPA (JICPA)
Perusahaan harus melaporkan Neraca, Lap. L/R, Lap. Usaha, Proposal atas Penentuan Laba Ditahan, dan Skedul Pendukung.
Pengukuran Akuntansi
Metode konsolidasi, ekuitas, persediaan, pengakuan biaya pendapatan dan biaya disusun sesuai Securities and Exchange Laws (SEL).
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Inggris
Inggris adalah negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi. Praktek dan pemikiran akuntan profesional Inggris di ekspor ke Australia, AS dan negara-negara bekas jajahan.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Komite konsultasi Badan Akuntansi terdiri dari ICAEW, ICAI, ICAS, ACCA, CIMA dan CIPFA.
Pelaporan Keuangan
Financial Reporting Council (FRC) mengatur perusahaan melaporkan L/K sesuai Financial Reporting Standars (FRS).
Pengukuran Akuntansi
FRS mengatur tentang akuisisi, kapitalisasi Goodwill, metode ekuitas dan sebagainya.
Sistem Akuntansi Nasional – AS
Akuntansi AS diatur oleh FSAB bersama SEC menetapkan standar. Hingga tahun 2002, AICPA menetapkan standar auditing dan PCAOB mengatur audit dan auditor perusahaan publik.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Perusahaan AS dibentuk dengan dasar hukum negara bagian. Regulasi akuntansi dan Auditing di AS paling padat dan subtansinya sangat detail.
Pelaporan Keuangan
Laporan perusahaan meliputi Lap. Manajemen, Lap. Auditor, Lap. Keuangan, Diskusi Manajemen, Pengungkapan kebijakan Akuntansi, Catatan atas L/K, Perbanding data keuangan, dan Data kuartal.
Pengukuran Akuntansi
Akuntansi AS menggunakan ukuran bussines entity, continuity, matching, consistency, dan disclousure.
Sumber : Bapak Sigit Sukmono
Bab 2 Perkembangan dan klasifikasi
Pembuka
1. Akuntansi selalu bereaksi terhadap perubahan lingkungannya.
2. Klasifikasi diperlukan untuk memahami dan menganalisis mengapa/bagaimana sistem akuntansi nasional mengalami perbedaan/kesamaan.
Perkembangan
I. Standar dan praktek akuntansi masing-masing negara merupakan hasil interaksi faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan dan budaya.
II. Faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan akuntansi antara lain:
1. Sumber Pendanaan
2. Sistem Hukum
3. Perpajakan
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
7. Tingkat Pendidikan
8. Budaya
Hubungan Budaya dan Akuntansi
1. Dimensi Budaya meliputi: a). individualisme, b). jarak kekuasaan, c). penghindaran ketidakpastian, dan d). Maskulinitas (Hofstede, 1980).
2. Hubungan budaya dan akuntansi bisa dilihat dari 4 dimensi nilai akuntansi (Gray, 1988):
1. Profesionalisme >< kontrol wajib
2. Keseragaman >< fleksibilitas
3. Konservatisme >< optimism
4. Kerahasiaan >< transparansi
Klasifikasi
Klasifikasi dapat dilakukan dengan cara:
a. Dengan pertimbangan
b. Secara empiris
Pendekatan terhadap perkembangan Akuntansi.
a. Pendekatan Makro-ekonomi
b. Pendekatan Mikro-ekonomi
c. Pendekatan independen
b. Pendekatan yang seragam
Sistem Hukum: Akuntansi Hukum Umum dan Hukum Kode.
Klasifikasi menurut sistem hukum:
1. Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakteristik berorientasi pada “penyajian wajar”, transparan, full disclousure, dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak.
2. Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi pada legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.
Sistem Praktek: Akuntansi Penyajian Wajar vs Kepatuhan Hukum.
Alasan hilangnya perbedaan tingkat nasional:
1. Banyak perusahaan telah listing di bursa saham di luar negera asal.
2. Tanggung jawab pembentukan standar akuntansi beralih dari pemerintah ke sektor swasta yang profesional dan independen, seperti di Jerman dan Jepang.
3. Pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.
Sumber : Bapak Sigit Sukmono
Perbedaan Akuntansi Internasional dengan Akuntansi lain
Akuntansi Internasional
1. Yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinational company – MNC).
2. Operasi transaksi melintasi batas-batas negara.
3. Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan.
Tiga Bidang Cakupan Akuntansi Internasional
1. Pengukuran.
2. Pengungkapan.
3. Auditing.
Sejarah Akuntansi Internasional (1)
1. Italia (abad ke-14 dan 15). Digunakan sistem Double bookeeping Entry.
2. Dari “pembukuan ala Italia”, beralih ke Jerman membantu para pedagang zaman Fugger dan Kelompok Hanseatik.
3. Filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan.
4. Aparat pemerintah Perancis menemukan keuntungan dan diterapkan dalam sistem perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Sejarah Akuntansi Internasional (2)
1. Sistem Double bookeeping Entry mempengaruhi kepentingan bisnis negara Inggris dan koloninya.
2. Tahun 1850 di Skotlandia terbentuk suatu komunitas profesi akuntan publik.
3. Tahun 1870 di Inggris juga lahir suatu komunitas profesi akuntan publik.
4. Dari Inggris praktek akuntansi menyebar ke seluruh Amerika Utara dan wilayah persemakmuran.
Sejarah Akuntansi Internasional (3)
1. Sistem akuntansi Belanda masuk ke Indonesia.
2. Sistem akuntansi Perancis menemukan tempatnya di Polinesia dan Afrika.
3. Sistem akuntansi Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Rusia.
Sejarah Akuntansi Internasional (4)
1. Abad ke-20 Akuntansi tumbuh di Amerika Serikat dan menjadi suatu disiplin ilmu di Universitas.
2. Setelah PD-II, sistem akuntansi semakin pesat tumbuh di dunia barat, terutama Jerman dan Jepang.
Trend Akuntansi Internasional
1. Akuntansi banyak digunakan diberbagai negara, tetapi masing-masing negara menerapkan dengan standar dan praktek akuntansi yang sesuai dengan hukum nasional.
2. Terakhir, hingga saat ini terus diupayakan untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan, dan Auditing.
Peran Akuntansi dalam Perdagangan dan Arus Modal
1. Mempelajari Akuntansi Internasional merupakan salah satu upaya mengurangi perbedaan cara pandang terhadap akuntansi.
2. Semua negara cenderung mengurangi hambatan perdagangan dan pengendalian modal/investasi.
3. Kemajuan IT menyebabkan perubahan yang radikal dalam sistem ekonomi, produksi dan distribusi.
Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Perusahaan Multinasional (1)
1. Perdagangan saat ini tidak lagi hanya bersifat bilateral atau regional, tetapi benar-benar sudah bersifat global.
2. Permasalahan akuntansi semakin nyata dalam kegiatan ekspor import, yaitu akuntansi untuk transaksi valuta
3. Saat ini menjadi hal yang lazim perusahaan mendirikan sistem manufaktur dan distribusi di luar negeri (afiliasi) atau usaha patungan (aliansi strategis).
Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Perusahaan Multinasional (2)
1. MNC (multinaional corporation) mencari lokasi investasi di negara-negara yang sedang berkembang.
2. Sebuah perusahaan MNC dituntut membuat laporan ke seluruh investor (pemilik) domestik maupun internasional.
3. Manajer dan akuntan perusahaan MNC harus mempertimbangkan banyak aspek dalam laporan keuangan konsolidasi, seperti: GAAP, lingkungan sosial ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar, sistem perpajakan, dan sebagainya.
Fenomena Kompetisi Global
1. Kompetisi global mendorong akuntansi internasional berperan penting.
2. Standar baru yang melampaui batas-batas negara menjadi hal yang wajar digunakan.
Sumber : Bapak Sigit Sukmono
Sabtu, 05 Mei 2012
Aku Adalah..
OTOBIOGRAFI
Indria Wardani
Saya lahir di Kebumen, pada tanggal 06 April tahun 1990. Nama lengkap saya adalah INDRIA WARDANI, namun saya biasa dipanggil dengan nama INDRI. Sampai saat ini, saya masih bertempat tinggal dengan kedua orang tua saya. Saya sangat menyukai warna hijau, karena bagi saya hanya dengan menatapnya saja hati saya menjadi tenang, sejuk, dan damai…
Hobi saya adalah yang berhubungan dengan seni dan traveling. Saya pertama kali mengenyam pendidikan di TK BHAKTI dari tahun 1995– 1996.
Pada tanggal 15 Juli 1996, saya memasuki SDN Depok 2 Depok ( Sekolah Dasar ) yang berlokasi di jl. Stasuin Depok Lama. Dan alhamdulillah…dikelas II ( dua ) pada caturwulan kesatu, saya mendapat peringkat sepuluh besar. Saya senang sekali pada waktu itu.
Saya pun, mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, namun saya tidak terlalu berminat dengan ekstrakurikuler tersebut.
Dan diakhir caturwulan, saya mengikuti ujian untuk masuk SMP NEGERI 9 Depok. Dan saya berusaha dengan keras, agar saya dapat masuk SMP NEGERI 9 Depok, yang berlokasi di jl. Jembatan Serong, Cipayung Depok. Alhamdulillah…akhirnya, saya pun diterima disana pada tanggal 28 Juni 2002. Saya pun mengikuti les Bahasa Inggris yang berada di LIA Depok. Dengan saya mengikuti les maka saya pun mendapat peringkat 10 besar pada awal semester. Kemudian pada kelas 2 dan 3 saya mendapat peringkat 5 besar. Disekolah, saya mengikuti ekskul Paskibra.
Kemudian ditahun 2006, saya masuk SMA NEGERI 6 Depok ( Jalan Raya Meruyung). Dikelas X, Saya masuk kelas X6, Disana,saya masuk ekskul paskibra dan Paduan Suara.
Motto dalam hidup saya adalah “ Jangan Takut Untuk Gagal, Karna Kegagalan Adalah suatu Awal Dari Kesuksesan....”
Senin, 30 April 2012
Fenomena Laporan Keuangan Asuransi Syariah
Pesatnya perkembangan perbankan syariah, diikuti pula oleh perkembangan asuransi syariah. Sama halnya dengan perbankan syariah, asuransi syariah satu persatu mulai bermunculan. Pertama kali kemunculan asuransi syariah di Indonesia terjadi pada tahun 1994, dengan nama PT. Asuransi Takaful Keluarga dan kemudian di tahun 1995 berdiri pula PT. Asuransi Takaful Umum. Sampai akhir tahun 2006, asuransi syariah sudah berdiri sekitar 40 perusahaan, dan ditarget pada akhir tahun 2010, oleh Dewan Syariah Nasional (DSN), seluruh asuransi konvensional memiliki cabang yang bergerak pada asuransi dengan prinsip syariah.
Perkembangan ini cukup menggembirakan bagi umat Islam, terutama bagi mereka yang menginginkan pola hidupnya berprilaku sesuai dengan ketentuan syariah. Namun dibalik itu semua, ada fenomena yang cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan dan pertumbuhan asuransi syariah. Dari kemunculan hingga sekarang beroperasinya asuransi syariah tidak dibarengi dengan fondasi yang kokoh, hingga timbul kekhawatiran terjadinya struktur industri asuransi syariah yang mudah ambruk.
Penting kiranya bagi seluruh yang berkepentingan dalam perkembangan asuransi syariah, terutama para praktisi asuransi syariah, untuk menyiapkan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan dan menjadi stimulus bagi perkembangan industri asuransi syariah. Diantaranya adalah perangkat hukum, baik formal maupun non formal (fatwa DSN), sumber daya manusia, dan yang penting yang menjadi kebutuhan mendesak dalam persiapan infrastruktur asuransi syariah adalah standar akuntansi bagi asuransi syariah. Karena hal ini akan menjadi bahan informasi dan pertanggungjawaban yang diperlukan bagi investor, publik dan regulator.
Menurut Sofyan Syafri, standar akuntansi merupakan sarana bagi perusahaan untuk membuat laporan keuangan yang sesuai dengan karakteristik perusahaannya untuk dapat menyajikan informasi yang cukup, akurat, relevan, tepat waktu, dapat dipercaya dan dapat dijadikan sebagai alat transparansi dan akuntabilitas baik bagi nasabah, regulator dan juga manajemen untuk pengambilan keputusan ekonomi sesuai dengan prinsip Good Governance.
Penyusunan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) untuk Asuransi Syariah, sangat dibutuhkan untuk acuan pola perhitungan dan laporan keuangan bagi asuransi syariah. Tentunya hal ini akan dapat mendorong bagi asuransi syariah untuk berkembang lebih maju dan tertata dengan baik, dengan tidak terlepas dari koridor syariah. Penyusunan PSAK asuransi syariah secara tersendiri disebabkan pula dari prinsip operasi yang berbeda dengan asuransi konvensional. Perbedaan itu hingga sampai pada tataran filosofis.
Pengakuan pendapatan pada akhirnya jika tidak terjadi klaim, premi akan menjadi aset yang setelah dikurangi pajak akan menjadi deviden perusahaan. Hal ini tidak akan terjadi pada asuransi syariah. Jika PSAK asuransi syariah terbit nantinya, maka pengurangan pajak atas premi dapat dihindarkan, karena premi bukan pendapatan perusahaan. Maka, hal ini akan memberikan penyajian laporan keuangan yang berbeda.
Pentingnya penerbitan PSAK asuransi syariah disebabkan pula adanya perbedaan persepsi yang terkait dengan akad. Menurut Abdul Ghoni, dalam bukunya akuntansi asuransi syariah, akad mudharabah di asuransi jiwa berbasis hasil investasi, sedangkan mudharabah pada asuransi kerugian berbasis di surplus underwriting. Melihat hal tersebut, maka menjadi keharusan standar pelaporan keuangan asuransi syariah untuk dibedakan.
Sangat disayangkan, jika PSAK asuransi syariah tidak segera diterbitkan. Isu pertengahan 2008 segera terbit, hingga sekarang belum ada tanda-tanda positif untuk segera terbit. Kalau hal ini terus berlarut-larut, tentu pihak asuransi syariah yang sangat dirugikan. Bagi para praktisi asuransi syariah ataupun pihak-pihak yang berkepentingan untuk perkembangan asuransi syariah, harus “memaksa’ untuk terbitnya PSAK asuransi syariah tersebut. Harus dipastikan pertengahan 2008 PSAK Asuransi Syariah sudah bisa diterapkan.
Kesimpulan : Setelah dianalisa dapat disimpulkan bahwa asuransi syariah berkembang dengan sangat pesat tetapi sayangnya asuransi syariah belum menerapkan PSAK. Padahal PSAK sangat dibutuhkan untuk acuan pola perhitungan dan laporan keuangan bagi asuransi syariah. Tentunya hal ini akan dapat mendorong bagi asuransi syariah untuk berkembang lebih maju dan tertata dengan baik, dengan tidak terlepas dari koridor syariah.
Saran : Asuransi Syariah harus segera menerapkan PSAK agar perusahaan dapat membuat laporan keuangan yang sesuai dengan karakteristik perusahaannya untuk dapat menyajikan informasi yang cukup, akurat, relevan, tepat waktu, dapat dipercaya dan dapat dijadikan sebagai alat transparansi dan akuntabilitas baik bagi nasabah. Asuransi Syariah juga harus dibarengi dengan fondasi yang kokoh agar tidak mudah ambruk.
Sumber : http://www.pkesinteraktif.com/edukasi/opini/388-pentingnya-psak-asuransi-asuransi-syariah.html.
Langganan:
Postingan (Atom)