Kamis, 17 Mei 2012
Bab 2 Perkembangan dan klasifikasi
Pembuka
1. Akuntansi selalu bereaksi terhadap perubahan lingkungannya.
2. Klasifikasi diperlukan untuk memahami dan menganalisis mengapa/bagaimana sistem akuntansi nasional mengalami perbedaan/kesamaan.
Perkembangan
I. Standar dan praktek akuntansi masing-masing negara merupakan hasil interaksi faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan dan budaya.
II. Faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan akuntansi antara lain:
1. Sumber Pendanaan
2. Sistem Hukum
3. Perpajakan
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
7. Tingkat Pendidikan
8. Budaya
Hubungan Budaya dan Akuntansi
1. Dimensi Budaya meliputi: a). individualisme, b). jarak kekuasaan, c). penghindaran ketidakpastian, dan d). Maskulinitas (Hofstede, 1980).
2. Hubungan budaya dan akuntansi bisa dilihat dari 4 dimensi nilai akuntansi (Gray, 1988):
1. Profesionalisme >< kontrol wajib
2. Keseragaman >< fleksibilitas
3. Konservatisme >< optimism
4. Kerahasiaan >< transparansi
Klasifikasi
Klasifikasi dapat dilakukan dengan cara:
a. Dengan pertimbangan
b. Secara empiris
Pendekatan terhadap perkembangan Akuntansi.
a. Pendekatan Makro-ekonomi
b. Pendekatan Mikro-ekonomi
c. Pendekatan independen
b. Pendekatan yang seragam
Sistem Hukum: Akuntansi Hukum Umum dan Hukum Kode.
Klasifikasi menurut sistem hukum:
1. Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakteristik berorientasi pada “penyajian wajar”, transparan, full disclousure, dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak.
2. Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi pada legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.
Sistem Praktek: Akuntansi Penyajian Wajar vs Kepatuhan Hukum.
Alasan hilangnya perbedaan tingkat nasional:
1. Banyak perusahaan telah listing di bursa saham di luar negera asal.
2. Tanggung jawab pembentukan standar akuntansi beralih dari pemerintah ke sektor swasta yang profesional dan independen, seperti di Jerman dan Jepang.
3. Pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.
Sumber : Bapak Sigit Sukmono
Perbedaan Akuntansi Internasional dengan Akuntansi lain
Akuntansi Internasional
1. Yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinational company – MNC).
2. Operasi transaksi melintasi batas-batas negara.
3. Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan.
Tiga Bidang Cakupan Akuntansi Internasional
1. Pengukuran.
2. Pengungkapan.
3. Auditing.
Sejarah Akuntansi Internasional (1)
1. Italia (abad ke-14 dan 15). Digunakan sistem Double bookeeping Entry.
2. Dari “pembukuan ala Italia”, beralih ke Jerman membantu para pedagang zaman Fugger dan Kelompok Hanseatik.
3. Filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan.
4. Aparat pemerintah Perancis menemukan keuntungan dan diterapkan dalam sistem perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Sejarah Akuntansi Internasional (2)
1. Sistem Double bookeeping Entry mempengaruhi kepentingan bisnis negara Inggris dan koloninya.
2. Tahun 1850 di Skotlandia terbentuk suatu komunitas profesi akuntan publik.
3. Tahun 1870 di Inggris juga lahir suatu komunitas profesi akuntan publik.
4. Dari Inggris praktek akuntansi menyebar ke seluruh Amerika Utara dan wilayah persemakmuran.
Sejarah Akuntansi Internasional (3)
1. Sistem akuntansi Belanda masuk ke Indonesia.
2. Sistem akuntansi Perancis menemukan tempatnya di Polinesia dan Afrika.
3. Sistem akuntansi Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Rusia.
Sejarah Akuntansi Internasional (4)
1. Abad ke-20 Akuntansi tumbuh di Amerika Serikat dan menjadi suatu disiplin ilmu di Universitas.
2. Setelah PD-II, sistem akuntansi semakin pesat tumbuh di dunia barat, terutama Jerman dan Jepang.
Trend Akuntansi Internasional
1. Akuntansi banyak digunakan diberbagai negara, tetapi masing-masing negara menerapkan dengan standar dan praktek akuntansi yang sesuai dengan hukum nasional.
2. Terakhir, hingga saat ini terus diupayakan untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan, dan Auditing.
Peran Akuntansi dalam Perdagangan dan Arus Modal
1. Mempelajari Akuntansi Internasional merupakan salah satu upaya mengurangi perbedaan cara pandang terhadap akuntansi.
2. Semua negara cenderung mengurangi hambatan perdagangan dan pengendalian modal/investasi.
3. Kemajuan IT menyebabkan perubahan yang radikal dalam sistem ekonomi, produksi dan distribusi.
Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Perusahaan Multinasional (1)
1. Perdagangan saat ini tidak lagi hanya bersifat bilateral atau regional, tetapi benar-benar sudah bersifat global.
2. Permasalahan akuntansi semakin nyata dalam kegiatan ekspor import, yaitu akuntansi untuk transaksi valuta
3. Saat ini menjadi hal yang lazim perusahaan mendirikan sistem manufaktur dan distribusi di luar negeri (afiliasi) atau usaha patungan (aliansi strategis).
Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Perusahaan Multinasional (2)
1. MNC (multinaional corporation) mencari lokasi investasi di negara-negara yang sedang berkembang.
2. Sebuah perusahaan MNC dituntut membuat laporan ke seluruh investor (pemilik) domestik maupun internasional.
3. Manajer dan akuntan perusahaan MNC harus mempertimbangkan banyak aspek dalam laporan keuangan konsolidasi, seperti: GAAP, lingkungan sosial ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar, sistem perpajakan, dan sebagainya.
Fenomena Kompetisi Global
1. Kompetisi global mendorong akuntansi internasional berperan penting.
2. Standar baru yang melampaui batas-batas negara menjadi hal yang wajar digunakan.
Sumber : Bapak Sigit Sukmono
Sabtu, 05 Mei 2012
Aku Adalah..
OTOBIOGRAFI
Indria Wardani
Saya lahir di Kebumen, pada tanggal 06 April tahun 1990. Nama lengkap saya adalah INDRIA WARDANI, namun saya biasa dipanggil dengan nama INDRI. Sampai saat ini, saya masih bertempat tinggal dengan kedua orang tua saya. Saya sangat menyukai warna hijau, karena bagi saya hanya dengan menatapnya saja hati saya menjadi tenang, sejuk, dan damai…
Hobi saya adalah yang berhubungan dengan seni dan traveling. Saya pertama kali mengenyam pendidikan di TK BHAKTI dari tahun 1995– 1996.
Pada tanggal 15 Juli 1996, saya memasuki SDN Depok 2 Depok ( Sekolah Dasar ) yang berlokasi di jl. Stasuin Depok Lama. Dan alhamdulillah…dikelas II ( dua ) pada caturwulan kesatu, saya mendapat peringkat sepuluh besar. Saya senang sekali pada waktu itu.
Saya pun, mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, namun saya tidak terlalu berminat dengan ekstrakurikuler tersebut.
Dan diakhir caturwulan, saya mengikuti ujian untuk masuk SMP NEGERI 9 Depok. Dan saya berusaha dengan keras, agar saya dapat masuk SMP NEGERI 9 Depok, yang berlokasi di jl. Jembatan Serong, Cipayung Depok. Alhamdulillah…akhirnya, saya pun diterima disana pada tanggal 28 Juni 2002. Saya pun mengikuti les Bahasa Inggris yang berada di LIA Depok. Dengan saya mengikuti les maka saya pun mendapat peringkat 10 besar pada awal semester. Kemudian pada kelas 2 dan 3 saya mendapat peringkat 5 besar. Disekolah, saya mengikuti ekskul Paskibra.
Kemudian ditahun 2006, saya masuk SMA NEGERI 6 Depok ( Jalan Raya Meruyung). Dikelas X, Saya masuk kelas X6, Disana,saya masuk ekskul paskibra dan Paduan Suara.
Motto dalam hidup saya adalah “ Jangan Takut Untuk Gagal, Karna Kegagalan Adalah suatu Awal Dari Kesuksesan....”
Senin, 30 April 2012
Fenomena Laporan Keuangan Asuransi Syariah
Pesatnya perkembangan perbankan syariah, diikuti pula oleh perkembangan asuransi syariah. Sama halnya dengan perbankan syariah, asuransi syariah satu persatu mulai bermunculan. Pertama kali kemunculan asuransi syariah di Indonesia terjadi pada tahun 1994, dengan nama PT. Asuransi Takaful Keluarga dan kemudian di tahun 1995 berdiri pula PT. Asuransi Takaful Umum. Sampai akhir tahun 2006, asuransi syariah sudah berdiri sekitar 40 perusahaan, dan ditarget pada akhir tahun 2010, oleh Dewan Syariah Nasional (DSN), seluruh asuransi konvensional memiliki cabang yang bergerak pada asuransi dengan prinsip syariah.
Perkembangan ini cukup menggembirakan bagi umat Islam, terutama bagi mereka yang menginginkan pola hidupnya berprilaku sesuai dengan ketentuan syariah. Namun dibalik itu semua, ada fenomena yang cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan dan pertumbuhan asuransi syariah. Dari kemunculan hingga sekarang beroperasinya asuransi syariah tidak dibarengi dengan fondasi yang kokoh, hingga timbul kekhawatiran terjadinya struktur industri asuransi syariah yang mudah ambruk.
Penting kiranya bagi seluruh yang berkepentingan dalam perkembangan asuransi syariah, terutama para praktisi asuransi syariah, untuk menyiapkan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan dan menjadi stimulus bagi perkembangan industri asuransi syariah. Diantaranya adalah perangkat hukum, baik formal maupun non formal (fatwa DSN), sumber daya manusia, dan yang penting yang menjadi kebutuhan mendesak dalam persiapan infrastruktur asuransi syariah adalah standar akuntansi bagi asuransi syariah. Karena hal ini akan menjadi bahan informasi dan pertanggungjawaban yang diperlukan bagi investor, publik dan regulator.
Menurut Sofyan Syafri, standar akuntansi merupakan sarana bagi perusahaan untuk membuat laporan keuangan yang sesuai dengan karakteristik perusahaannya untuk dapat menyajikan informasi yang cukup, akurat, relevan, tepat waktu, dapat dipercaya dan dapat dijadikan sebagai alat transparansi dan akuntabilitas baik bagi nasabah, regulator dan juga manajemen untuk pengambilan keputusan ekonomi sesuai dengan prinsip Good Governance.
Penyusunan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) untuk Asuransi Syariah, sangat dibutuhkan untuk acuan pola perhitungan dan laporan keuangan bagi asuransi syariah. Tentunya hal ini akan dapat mendorong bagi asuransi syariah untuk berkembang lebih maju dan tertata dengan baik, dengan tidak terlepas dari koridor syariah. Penyusunan PSAK asuransi syariah secara tersendiri disebabkan pula dari prinsip operasi yang berbeda dengan asuransi konvensional. Perbedaan itu hingga sampai pada tataran filosofis.
Pengakuan pendapatan pada akhirnya jika tidak terjadi klaim, premi akan menjadi aset yang setelah dikurangi pajak akan menjadi deviden perusahaan. Hal ini tidak akan terjadi pada asuransi syariah. Jika PSAK asuransi syariah terbit nantinya, maka pengurangan pajak atas premi dapat dihindarkan, karena premi bukan pendapatan perusahaan. Maka, hal ini akan memberikan penyajian laporan keuangan yang berbeda.
Pentingnya penerbitan PSAK asuransi syariah disebabkan pula adanya perbedaan persepsi yang terkait dengan akad. Menurut Abdul Ghoni, dalam bukunya akuntansi asuransi syariah, akad mudharabah di asuransi jiwa berbasis hasil investasi, sedangkan mudharabah pada asuransi kerugian berbasis di surplus underwriting. Melihat hal tersebut, maka menjadi keharusan standar pelaporan keuangan asuransi syariah untuk dibedakan.
Sangat disayangkan, jika PSAK asuransi syariah tidak segera diterbitkan. Isu pertengahan 2008 segera terbit, hingga sekarang belum ada tanda-tanda positif untuk segera terbit. Kalau hal ini terus berlarut-larut, tentu pihak asuransi syariah yang sangat dirugikan. Bagi para praktisi asuransi syariah ataupun pihak-pihak yang berkepentingan untuk perkembangan asuransi syariah, harus “memaksa’ untuk terbitnya PSAK asuransi syariah tersebut. Harus dipastikan pertengahan 2008 PSAK Asuransi Syariah sudah bisa diterapkan.
Kesimpulan : Setelah dianalisa dapat disimpulkan bahwa asuransi syariah berkembang dengan sangat pesat tetapi sayangnya asuransi syariah belum menerapkan PSAK. Padahal PSAK sangat dibutuhkan untuk acuan pola perhitungan dan laporan keuangan bagi asuransi syariah. Tentunya hal ini akan dapat mendorong bagi asuransi syariah untuk berkembang lebih maju dan tertata dengan baik, dengan tidak terlepas dari koridor syariah.
Saran : Asuransi Syariah harus segera menerapkan PSAK agar perusahaan dapat membuat laporan keuangan yang sesuai dengan karakteristik perusahaannya untuk dapat menyajikan informasi yang cukup, akurat, relevan, tepat waktu, dapat dipercaya dan dapat dijadikan sebagai alat transparansi dan akuntabilitas baik bagi nasabah. Asuransi Syariah juga harus dibarengi dengan fondasi yang kokoh agar tidak mudah ambruk.
Sumber : http://www.pkesinteraktif.com/edukasi/opini/388-pentingnya-psak-asuransi-asuransi-syariah.html.
Minggu, 25 Maret 2012
Fenomena Problematika Tentang IFRS
Indria Wardani
21208468
4EB08
Pengantar Tentang IFRS
Kenapa Indonesia harus beralih ke IFRS (International Financial Reporting Standard)? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan IFRS? Selama ini, dunia mengenal beberapa standar akuntansi. Amerika Serikat, misalnya, yang skala perekonomiannya terbesar di dunia, masih memakai US GAAP (Unites Stated General Accepted Accounting Principles), juga FASB (Financial Accounting Standard Board). Negara-negara yang tergabung di Uni Eropa, termasuk Inggris, menggunakan International Accounting Standard (IAS) dan International Accounting Standard Board (IASB). Indonesia setelah berkiblat ke Belanda, belakangan menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Mula-mula PSAK IAI berkiblat ke AS, dan nanti mulai 2012 beralih ke IFRS.
Munculnya IFRS tak bisa lepas dari perkembangan global, terutama yang terjadi pada pasar modal. Perkembangan teknologi informasi (TI) di lingkungan pasar yang terjadi begitu cepat dengan sendirinya berdampak pada banyak aspek di pasar modal, mulai dari model dan standar pelaporan keuangan, relativisme jarak dalam pergerakan modal, hingga ketersediaan jaringan informasi ke seluruh dunia. Dengan kemajuan dan kecanggihan TI pasar modal jutaan atau bahkan miliaran investasi dapat dengan mudah masuk ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia. Pergerakan mereka tak bisa dihalangi teritori negara. Perkembangan yang mengglobal seperti ini dengan sendirinya menuntut adanya satu standar akuntansi yang dibutuhkan baik oleh pasar modal atau lembaga yang memiliki agency problem.
Di tiap kawasan, penyusunan standar akuntansi selalu melalui tahapan-tahapan yang cukup panjang. Di AS, misalnya, pada awalnya standar akuntansi ditentukan oleh masing-masing manajemen perusahaan dengan pertimbangan yang membutuhkan standar tersebut memang pihak manajemen. Era berganti, standar kemudian ditentukan kalangan profesi yang tergabung dalam asosiasi. Pertimbangannya, pihak profesilah yang bertugas menyusun dan mengaudit laporan keuangan. Barulah, yang mutakhir, yang diacu adalah US GAAP yang dibuat oleh FASB. Saat ini, terdapat dua kekuatan besar di bidang standar akuntansi, yaitu US-GAAP dan IFRS yang sebelumnya dikenal sebagai International Accounting Standard Committee (IASC).
IASC dibentuk pada 1973 oleh badan-badan atau asosiasi-asosiasi profesi dari negara-negara Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, dan Inggris. Komite ini kemudian menyepakati standar akuntansi internasional yang dikenal sebagai IAS. Inilah yang menjadi cikal bakal munculnya IFRS. Agency Problem adalah masalah jarak antara Principle dan agent yang dalam relasi membutuhkan jembatan antara pemilik dan buruh atau pekerja yang disebut agency relation, yaitu informasi. Informasi adalah berupa laporan tentang aset, resources, dan lainnya yang berhubungan dengan keadaan perusahaan yang dibuat oleh agent dan diserahkan kepada principles (pemilik). Biaya yang dikeluarkan untuk menjaga hubungan baik antara principles dan agent disebut agency cost. Fenomena inilah yang kemudian mendorong International Accounting Standard Boards (IASC) melakukan percepatan harmonisasi standar akuntansi internasional melalui apa yang disebut IFRS.
Sejarahnya pun cukup panjang dan berliku. Pada 1982, International Financial Accounting Standard (IFAC) mendorong IASC sebagai standar akuntansi global. Hal yang sama dilakukan Federasi Akuntan Eropa pada 1989. Pada 1995, negara-negara Uni Eropa menandatangani kesepakatan untuk menggunakan IAS. Setahun kemudian, US-SEC (Badan Pengawas Pasar Modal AS) berinisiatif untuk mulai mengikuti GAS. Pada 1998 jumlah anggota IFAC/IASC mencapai 140 badan/asosiasi yang tersebar di 101 negara. Akhirnya, pertemuan menteri keuangan negara-negara yang tergabung dalam G-7 dan Dana Moneter Internasional pada 1999 menyepakati dilakukannya penguatan struktur keuangan dunia melalui IAS. Pada 2001, dibentuk IASB sebagai IASC. Tujuannya untuk melakukan konvergensi ke GAS dengan kualitas yang meliputi prinsip-prinsip laporan keuangan dengan standar tunggal yang transparan, bisa dipertanggung jawabkan, comparable, dan berguna bagi pasar modal. Pada 2001, IASC, IASB dan SIC mengadopsi IASB. Pada 2002, FASB dan IASB sepakat untuk melakukan konvergensi standar akuntansi US GAAP dan IFRS. Langkah itu untuk menjadikan kedua standar tersebut menjadi compatible.
Memang, hingga saat ini IFRS belum menjadi one global accounting standard. Namun standar ini telah digunakan oleh lebih dari 150-an negara, termasuk Jepang, China, Kanada dan 27 negara Uni Eropa. Sedikitnya, 85 dari negara-negara tersebut telah mewajibkan laporan keuangan mereka menggunakan IFRS untuk semua perusahaan domestik atau perusahaan yang tercatat (listed). Bagi Perusahaan yang go international atau yang memiliki partner dari Uni Eropa, Australia, Russia dan beberapa negara di Timur Tengah memang tidak ada pilihan lain selain menerapkan IFRS.
Proses yang panjang tersebut akhirnya menjadi apa yang disebut IFRS, yang merupakan suatu tata cara bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangannya berdasarkan standar yang bisa diterima secara global. Jika sebuah negara beralih ke IFRS, artinya negara tersebut sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat perusahaan (bisnis) bisa dimengerti oleh pasar dunia. Namun, beralih ke IFRS bukanlah sekedar pekerjaan mengganti angka-angka di laporan keuangan, tetapi mungkin akan mengubah pola pikir dan cara semua elemen di dalam perusahaan. (Sumber: Akuntan Indonesia, edisi no 17, Juni, 2009.)
Indonesia Siap Menerapkan IFRS Pada 2012
(JAKARTA-12 JULI 2010) Penerapan Standar Internasional Pelaporan Keuangan (IFRS) oleh perusahan-perusahan di Indonesia harus dilakukan secepatnya, karena dengan mengadopsi IFRS Indonesia akan mendapatkan manfaat dari meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global, meluasnya pasar investasi lintas batas negara dan meningkatkan efisiensi alokasi modal.
Saat ini banyak negara-negara di Asia yang sudah mengimplementasi IFRS yaitu:India (2011-2014), Indonesia (2012), Malaysia (2012), korea (2012), Jepang (2010-2015), Thailand (2011-2015). Sedangkan negara-negara Australia, Hongkong dan Singapore sudah menerapkannya lebih 90 persen.
Menurut Patrick Finnegan, anggota dari Dewan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standars Board/IASB), dengan mengimplementasi IFRS pada perusahan yang ada di Indonesia, “Perusahaan akan menikmati biaya modal yang lebih rendah, konsolidasi yang lebih mudah dan sistem teknologi informasi yang terpadu.”
Rencana mengadopsi IRFS ini sejalan dengan gerakan global oleh lebih 100 negara-negara di dunia yang mulai mengimplementasikan IFRS dan menggunakan satu “bahasa akuntasi” di dunia. Sehingga sangatlah penting bagi perusahan-perusahan publik untuk mempelajari proses penyesuaian perubahan dan transformasi menuju IFRS dan secara bersamaan mengantisipasi perkembangan terbaru dari standar akuntansi global.
Beragamnya aturan mengenai laporan keuangan yang harus disampaikan di berbagai pasar modal menimbulkan kesulitan dan biaya bagi perusahaan yang melakukan listing. teknologi informasi yang berkembang pesat telah merubah lingkungan pelaporan keuangan secara dramatis, mengurangi batasan jarak fisik dan mampu membuat informasi tersedia di seluruh dunia hanya dengan sekali pencet tombol (enter) dari sebuah komputer internet dimanapun lokasinya.
Globalisasi usaha adalah fenomena yang harus di hadapi demikian pula penyelasan dari Standar Akuntansi Lokal (PSAK) ke Standar Akuntansi Internasional (IFRS). Penyelarasan Standar Akuntansi yang dilakukan secara cermat dapat berdampak pada peningkatan potensi perolehan pendanaan asing.
Proses konverkensi ini harus mendapat dukungan serentak dari berbagai pihak yaitu pemerintah, asosiasi, kalangan profesi, perusahaan, akademisi, analisis dan investor.
Sumber:
1. Yakub, Divisi Teknis Ikatan Akuntan Indonesia, diunduh dari http://iaiglobal.or.i
2. http://magussudrajat.blogspot.com/2011/06/pengantar-tentang-ifrs.html
3. http://blogadineazaria.blogspot.com/2011/03/tugas-mata-kuliah-soft-skill-akuntansi.html
4. http://ekonomi.kompasiana.com/group/moneter/2010/06/25/indonesia-siap-menerapkan-irfs-pada-2012/
5. http://rachmadyuliadinasir.blogdetik.com/tag/rachmad-yuliadi-nasir/page/5/
21208468
4EB08
Pengantar Tentang IFRS
Kenapa Indonesia harus beralih ke IFRS (International Financial Reporting Standard)? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan IFRS? Selama ini, dunia mengenal beberapa standar akuntansi. Amerika Serikat, misalnya, yang skala perekonomiannya terbesar di dunia, masih memakai US GAAP (Unites Stated General Accepted Accounting Principles), juga FASB (Financial Accounting Standard Board). Negara-negara yang tergabung di Uni Eropa, termasuk Inggris, menggunakan International Accounting Standard (IAS) dan International Accounting Standard Board (IASB). Indonesia setelah berkiblat ke Belanda, belakangan menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Mula-mula PSAK IAI berkiblat ke AS, dan nanti mulai 2012 beralih ke IFRS.
Munculnya IFRS tak bisa lepas dari perkembangan global, terutama yang terjadi pada pasar modal. Perkembangan teknologi informasi (TI) di lingkungan pasar yang terjadi begitu cepat dengan sendirinya berdampak pada banyak aspek di pasar modal, mulai dari model dan standar pelaporan keuangan, relativisme jarak dalam pergerakan modal, hingga ketersediaan jaringan informasi ke seluruh dunia. Dengan kemajuan dan kecanggihan TI pasar modal jutaan atau bahkan miliaran investasi dapat dengan mudah masuk ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia. Pergerakan mereka tak bisa dihalangi teritori negara. Perkembangan yang mengglobal seperti ini dengan sendirinya menuntut adanya satu standar akuntansi yang dibutuhkan baik oleh pasar modal atau lembaga yang memiliki agency problem.
Di tiap kawasan, penyusunan standar akuntansi selalu melalui tahapan-tahapan yang cukup panjang. Di AS, misalnya, pada awalnya standar akuntansi ditentukan oleh masing-masing manajemen perusahaan dengan pertimbangan yang membutuhkan standar tersebut memang pihak manajemen. Era berganti, standar kemudian ditentukan kalangan profesi yang tergabung dalam asosiasi. Pertimbangannya, pihak profesilah yang bertugas menyusun dan mengaudit laporan keuangan. Barulah, yang mutakhir, yang diacu adalah US GAAP yang dibuat oleh FASB. Saat ini, terdapat dua kekuatan besar di bidang standar akuntansi, yaitu US-GAAP dan IFRS yang sebelumnya dikenal sebagai International Accounting Standard Committee (IASC).
IASC dibentuk pada 1973 oleh badan-badan atau asosiasi-asosiasi profesi dari negara-negara Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, dan Inggris. Komite ini kemudian menyepakati standar akuntansi internasional yang dikenal sebagai IAS. Inilah yang menjadi cikal bakal munculnya IFRS. Agency Problem adalah masalah jarak antara Principle dan agent yang dalam relasi membutuhkan jembatan antara pemilik dan buruh atau pekerja yang disebut agency relation, yaitu informasi. Informasi adalah berupa laporan tentang aset, resources, dan lainnya yang berhubungan dengan keadaan perusahaan yang dibuat oleh agent dan diserahkan kepada principles (pemilik). Biaya yang dikeluarkan untuk menjaga hubungan baik antara principles dan agent disebut agency cost. Fenomena inilah yang kemudian mendorong International Accounting Standard Boards (IASC) melakukan percepatan harmonisasi standar akuntansi internasional melalui apa yang disebut IFRS.
Sejarahnya pun cukup panjang dan berliku. Pada 1982, International Financial Accounting Standard (IFAC) mendorong IASC sebagai standar akuntansi global. Hal yang sama dilakukan Federasi Akuntan Eropa pada 1989. Pada 1995, negara-negara Uni Eropa menandatangani kesepakatan untuk menggunakan IAS. Setahun kemudian, US-SEC (Badan Pengawas Pasar Modal AS) berinisiatif untuk mulai mengikuti GAS. Pada 1998 jumlah anggota IFAC/IASC mencapai 140 badan/asosiasi yang tersebar di 101 negara. Akhirnya, pertemuan menteri keuangan negara-negara yang tergabung dalam G-7 dan Dana Moneter Internasional pada 1999 menyepakati dilakukannya penguatan struktur keuangan dunia melalui IAS. Pada 2001, dibentuk IASB sebagai IASC. Tujuannya untuk melakukan konvergensi ke GAS dengan kualitas yang meliputi prinsip-prinsip laporan keuangan dengan standar tunggal yang transparan, bisa dipertanggung jawabkan, comparable, dan berguna bagi pasar modal. Pada 2001, IASC, IASB dan SIC mengadopsi IASB. Pada 2002, FASB dan IASB sepakat untuk melakukan konvergensi standar akuntansi US GAAP dan IFRS. Langkah itu untuk menjadikan kedua standar tersebut menjadi compatible.
Memang, hingga saat ini IFRS belum menjadi one global accounting standard. Namun standar ini telah digunakan oleh lebih dari 150-an negara, termasuk Jepang, China, Kanada dan 27 negara Uni Eropa. Sedikitnya, 85 dari negara-negara tersebut telah mewajibkan laporan keuangan mereka menggunakan IFRS untuk semua perusahaan domestik atau perusahaan yang tercatat (listed). Bagi Perusahaan yang go international atau yang memiliki partner dari Uni Eropa, Australia, Russia dan beberapa negara di Timur Tengah memang tidak ada pilihan lain selain menerapkan IFRS.
Proses yang panjang tersebut akhirnya menjadi apa yang disebut IFRS, yang merupakan suatu tata cara bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangannya berdasarkan standar yang bisa diterima secara global. Jika sebuah negara beralih ke IFRS, artinya negara tersebut sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat perusahaan (bisnis) bisa dimengerti oleh pasar dunia. Namun, beralih ke IFRS bukanlah sekedar pekerjaan mengganti angka-angka di laporan keuangan, tetapi mungkin akan mengubah pola pikir dan cara semua elemen di dalam perusahaan. (Sumber: Akuntan Indonesia, edisi no 17, Juni, 2009.)
Indonesia Siap Menerapkan IFRS Pada 2012
(JAKARTA-12 JULI 2010) Penerapan Standar Internasional Pelaporan Keuangan (IFRS) oleh perusahan-perusahan di Indonesia harus dilakukan secepatnya, karena dengan mengadopsi IFRS Indonesia akan mendapatkan manfaat dari meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global, meluasnya pasar investasi lintas batas negara dan meningkatkan efisiensi alokasi modal.
Saat ini banyak negara-negara di Asia yang sudah mengimplementasi IFRS yaitu:India (2011-2014), Indonesia (2012), Malaysia (2012), korea (2012), Jepang (2010-2015), Thailand (2011-2015). Sedangkan negara-negara Australia, Hongkong dan Singapore sudah menerapkannya lebih 90 persen.
Menurut Patrick Finnegan, anggota dari Dewan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standars Board/IASB), dengan mengimplementasi IFRS pada perusahan yang ada di Indonesia, “Perusahaan akan menikmati biaya modal yang lebih rendah, konsolidasi yang lebih mudah dan sistem teknologi informasi yang terpadu.”
Rencana mengadopsi IRFS ini sejalan dengan gerakan global oleh lebih 100 negara-negara di dunia yang mulai mengimplementasikan IFRS dan menggunakan satu “bahasa akuntasi” di dunia. Sehingga sangatlah penting bagi perusahan-perusahan publik untuk mempelajari proses penyesuaian perubahan dan transformasi menuju IFRS dan secara bersamaan mengantisipasi perkembangan terbaru dari standar akuntansi global.
Beragamnya aturan mengenai laporan keuangan yang harus disampaikan di berbagai pasar modal menimbulkan kesulitan dan biaya bagi perusahaan yang melakukan listing. teknologi informasi yang berkembang pesat telah merubah lingkungan pelaporan keuangan secara dramatis, mengurangi batasan jarak fisik dan mampu membuat informasi tersedia di seluruh dunia hanya dengan sekali pencet tombol (enter) dari sebuah komputer internet dimanapun lokasinya.
Globalisasi usaha adalah fenomena yang harus di hadapi demikian pula penyelasan dari Standar Akuntansi Lokal (PSAK) ke Standar Akuntansi Internasional (IFRS). Penyelarasan Standar Akuntansi yang dilakukan secara cermat dapat berdampak pada peningkatan potensi perolehan pendanaan asing.
Proses konverkensi ini harus mendapat dukungan serentak dari berbagai pihak yaitu pemerintah, asosiasi, kalangan profesi, perusahaan, akademisi, analisis dan investor.
Sumber:
1. Yakub, Divisi Teknis Ikatan Akuntan Indonesia, diunduh dari http://iaiglobal.or.i
2. http://magussudrajat.blogspot.com/2011/06/pengantar-tentang-ifrs.html
3. http://blogadineazaria.blogspot.com/2011/03/tugas-mata-kuliah-soft-skill-akuntansi.html
4. http://ekonomi.kompasiana.com/group/moneter/2010/06/25/indonesia-siap-menerapkan-irfs-pada-2012/
5. http://rachmadyuliadinasir.blogdetik.com/tag/rachmad-yuliadi-nasir/page/5/
Rabu, 27 Oktober 2010
SURAT LAMARAN
Indria Wardani
Jl.Rawa Indah No49
DEPOK 16431
(021) 77213560
HP.081389909039
Jakarta,Oktober 28,2012
To :
Human Resouces Department
Dear Sir or Madam,
Your firm is known open wide for young and dynamic individuals.Due to the fact,I would like to join your company for any position that might be related to my education background and knowledge.
My name is Indria Wardani,I am 20 Year old,and have an excellent health,I fresh graduated from at University Of Gunadarma majoring Accounting.
I can see an excellent opportunity to untilize my skill,and at the same time growing as a true professional in your company.i assure you that a high level of efficiency would be applied to any assignments given to me.Beside that,I am a person who can work either independently or as part of a team.
For futher information,I also enclosed my Curriculum Vitae with personal data for your inspection,and including a photograph.
I therefore hope that you will consider my application. Thank you kindly attention and your invitation for interview is waiting by me hopefully.
Sincerely your,
Indria Wardani, SE
Jl.Rawa Indah No49
DEPOK 16431
(021) 77213560
HP.081389909039
Jakarta,Oktober 28,2012
To :
Human Resouces Department
Dear Sir or Madam,
Your firm is known open wide for young and dynamic individuals.Due to the fact,I would like to join your company for any position that might be related to my education background and knowledge.
My name is Indria Wardani,I am 20 Year old,and have an excellent health,I fresh graduated from at University Of Gunadarma majoring Accounting.
I can see an excellent opportunity to untilize my skill,and at the same time growing as a true professional in your company.i assure you that a high level of efficiency would be applied to any assignments given to me.Beside that,I am a person who can work either independently or as part of a team.
For futher information,I also enclosed my Curriculum Vitae with personal data for your inspection,and including a photograph.
I therefore hope that you will consider my application. Thank you kindly attention and your invitation for interview is waiting by me hopefully.
Sincerely your,
Indria Wardani, SE
Jumat, 08 Oktober 2010
CURRICULUM VITAE
Curriculum Vitae
Personal Details
Full Name : Indria Wardani
Sex : Female
Place, Date of Birth : Palembang, April 6, 1990
Nationality : Indonesia
Marital Status : Single
Height, Weight : 165 cm, 53 kg
Health : Perfect
Religion : Moslem
Address : Jl. Rawa indah Rt06 Rw11 No.49, Cipayung Depok,16431
Mobile : 0813 8990 9039
Phone : 021 - 77213560
E-mail : wardani_indri@yahoo.co.id
Educational Background
1996 - 2002 : Elementary School No.2, Depok
2002 - 2005 : Junior High School No.9, Depok
2005 - 2008 : Senior High School No.6, Depok
2008 - : Accounting Department at the University of Gunadarma, Depok
Course & Education
2004 - 2005 : English Language Course at LIA, Depok
2009 - 2009 : Securities Technical Analysis Course at Gunadarma, Depok
2010 -2010 : Income Taxes Application (SPT 1721) Course at Gunadarma, Depok
2010 - 2010 : Tax Course (Brevet A ) at Gunadarma , Depok
Personal Details
Full Name : Indria Wardani
Sex : Female
Place, Date of Birth : Palembang, April 6, 1990
Nationality : Indonesia
Marital Status : Single
Height, Weight : 165 cm, 53 kg
Health : Perfect
Religion : Moslem
Address : Jl. Rawa indah Rt06 Rw11 No.49, Cipayung Depok,16431
Mobile : 0813 8990 9039
Phone : 021 - 77213560
E-mail : wardani_indri@yahoo.co.id
Educational Background
1996 - 2002 : Elementary School No.2, Depok
2002 - 2005 : Junior High School No.9, Depok
2005 - 2008 : Senior High School No.6, Depok
2008 - : Accounting Department at the University of Gunadarma, Depok
Course & Education
2004 - 2005 : English Language Course at LIA, Depok
2009 - 2009 : Securities Technical Analysis Course at Gunadarma, Depok
2010 -2010 : Income Taxes Application (SPT 1721) Course at Gunadarma, Depok
2010 - 2010 : Tax Course (Brevet A ) at Gunadarma , Depok
Langganan:
Postingan (Atom)